
Pertamina sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia terus menjadi incaran para pencari kerja, khususnya untuk posisi Health, Safety, and Environment (HSE). Profesi HSE di Pertamina menawarkan kompensasi yang kompetitif dengan rata-rata gaji berkisar antara Rp 8 juta hingga Rp 35 juta per bulan, tergantung level jabatan dan pengalaman.
Posisi ini sangat krusial karena bertanggung jawab menjaga keselamatan ribuan karyawan dan aset perusahaan yang bernilai triliunan rupiah.
Dengan berbagai anak perusahaan seperti Pertamina Hulu Rokan, Pertamina Gas, Pertamina Patra Niaga, hingga Pertamina Drilling, peluang karir di bidang HSE semakin terbuka lebar dengan skema remunerasi yang menarik.
HSE Pertamina merupakan divisi atau posisi yang fokus menangani aspek kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan di seluruh unit operasional Pertamina.
Mengingat Pertamina beroperasi di industri migas yang penuh risiko tinggi, peran HSE menjadi sangat vital untuk memastikan setiap aktivitas operasional berjalan sesuai standar keselamatan internasional.
Karyawan HSE di Pertamina bertugas mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan inspeksi rutin, menyusun prosedur keselamatan, hingga memberikan pelatihan kepada seluruh karyawan.
Mereka juga harus memastikan perusahaan mematuhi regulasi pemerintah terkait K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) serta pengelolaan lingkungan.
Di berbagai anak perusahaan seperti gaji HSE Pertamina Hulu Rokan, gaji HSE Pertamina Gas, atau gaji HSE Pertamina Patra Niaga, standar operasional HSE disesuaikan dengan karakteristik bisnis masing-masing unit. Namun, prinsip dasarnya tetap sama: melindungi manusia, aset, dan lingkungan dari risiko kecelakaan kerja.
Struktur gaji HSE di Pertamina bervariasi berdasarkan level jabatan, lokasi penempatan, dan anak perusahaan tempat kamu bekerja. Berikut ini rincian lengkap gaji HSE Pertamina berdasarkan posisinya:
Gaji helper HSE Pertamina atau tenaga bantu HSE Pertamina berkisar antara Rp 5.500.000 hingga Rp 7.000.000 per bulan. Posisi ini merupakan entry level yang biasanya bertugas membantu pelaksanaan program HSE di lapangan, seperti inspeksi harian, dokumentasi, dan distribusi alat pelindung diri (APD).
Gaji admin HSE Pertamina berada di rentang Rp 6.000.000 hingga Rp 8.500.000 per bulan. Admin HSE bertanggung jawab mengelola dokumen keselamatan, membuat laporan insiden, dan mengatur jadwal pelatihan K3.
Untuk gaji staff HSE Pertamina atau gaji karyawan HSE Pertamina level staf, angkanya mencapai Rp 8.000.000 hingga Rp 12.000.000 per bulan. Staff HSE sudah terlibat dalam pelaksanaan program keselamatan secara langsung dan melakukan audit internal.
Gaji HSE officer Pertamina atau gaji officer HSE Pertamina berada di kisaran Rp 10.000.000 hingga Rp 15.000.000 per bulan. HSE Officer memiliki tanggung jawab lebih besar dalam implementasi sistem manajemen K3 dan melakukan investigasi kecelakaan kerja.
Gaji pengawas HSE Pertamina mencapai Rp 12.000.000 hingga Rp 18.000.000 per bulan. Pengawas HSE bertugas melakukan supervisi terhadap pelaksanaan prosedur keselamatan di area operasional dan memastikan kepatuhan kontraktor.
Gaji HSE supervisor Pertamina atau gaji supervisor HSE Pertamina berkisar Rp 15.000.000 hingga Rp 22.000.000 per bulan. Supervisor mengkoordinasikan tim HSE di unitnya dan bertanggung jawab langsung kepada manager.
Gaji HSE operation support Pertamina berada di rentang Rp 13.000.000 hingga Rp 19.000.000 per bulan. Posisi ini fokus mendukung operasional dengan memastikan semua aktivitas memenuhi standar HSE.
Gaji manager HSE Pertamina merupakan yang tertinggi, mencapai Rp 25.000.000 hingga Rp 35.000.000 per bulan. Manager HSE memimpin seluruh program keselamatan di level strategis dan menjadi perwakilan perusahaan dalam audit eksternal.
Untuk berapa gaji HSE Pertamina di lokasi spesifik, seperti gaji HSE Pertamina Cilacap atau gaji HSE Pertamina Balikpapan, biasanya ada penyesuaian berdasarkan indeks biaya hidup daerah tersebut dengan penambahan sekitar 5-15% dari gaji standar.
Sedangkan gaji HSE Pertamina Drilling umumnya lebih tinggi 10-20% karena tingkat risiko yang lebih besar. Begitu pula dengan gaji pegawai HSE Pertamina yang ditempatkan di area operasional lepas pantai atau remote area.
Tabel Rangkuman Gaji HSE Pertamina 2025:
| Posisi | Rentang Gaji (Rp/bulan) |
|---|---|
| Helper HSE | 5.500.000 – 7.000.000 |
| Admin HSE | 6.000.000 – 8.500.000 |
| Staff HSE | 8.000.000 – 12.000.000 |
| Officer HSE | 10.000.000 – 15.000.000 |
| Pengawas HSE | 12.000.000 – 18.000.000 |
| Supervisor HSE | 15.000.000 – 22.000.000 |
| Operation Support HSE | 13.000.000 – 19.000.000 |
| Manager HSE | 25.000.000 – 35.000.000 |
Selain gaji pokok, kamu akan mendapatkan berbagai tunjangan yang membuat total kompensasi menjadi sangat menarik. Berikut rincian tunjangan yang diterima oleh gaji HSE di Pertamina:
Tunjangan kinerja diberikan berdasarkan pencapaian target HSE seperti zero accident, kepatuhan audit, dan implementasi program keselamatan. Besarannya bisa mencapai 20-40% dari gaji pokok, tergantung performa individu dan tim.
Setiap level posisi HSE mendapatkan tunjangan jabatan yang besarannya disesuaikan dengan tanggung jawab. Untuk supervisor ke atas, tunjangan ini bisa mencapai Rp 3.000.000 hingga Rp 8.000.000 per bulan.
Bagi kamu yang ditempatkan di daerah terpencil atau area operasional jauh dari perkotaan, akan mendapatkan tunjangan lokasi tambahan. Ini sangat relevan untuk posisi di Pertamina Hulu Rokan atau site operasional di luar Jawa.
THR diberikan menjelang hari raya keagamaan dengan besaran minimal satu kali gaji pokok ditambah tunjangan tetap, sesuai regulasi pemerintah.
Pertamina memberikan bonus tahunan berdasarkan kinerja perusahaan dan individu. Bonus ini bisa mencapai 2-4 kali gaji pokok untuk performa yang sangat baik.
Tunjangan transportasi diberikan untuk mobilitas selama bertugas, dengan besaran bervariasi mulai dari Rp 1.500.000 hingga Rp 3.000.000 per bulan tergantung lokasi penempatan.
Karyawan mendapatkan tunjangan makan atau fasilitas katering di area operasional dengan nilai setara Rp 1.000.000 hingga Rp 2.000.000 per bulan.
Pertamina menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung kesejahteraan dan produktivitas karyawan HSE:
Kamu dan keluarga (pasangan serta 2 anak) mendapatkan fasilitas asuransi kesehatan yang mencakup rawat inap, rawat jalan, hingga tindakan medis besar di rumah sakit rekanan dengan plafon mencapai ratusan juta rupiah.
Program dana pensiun Pertamina memberikan jaminan keuangan di masa purna tugas dengan iuran yang ditanggung bersama antara perusahaan dan karyawan.
Untuk beberapa lokasi, terutama di area operasional, Pertamina menyediakan perumahan atau tunjangan perumahan yang memadai bagi karyawan dan keluarganya.
Posisi supervisor ke atas biasanya mendapatkan kendaraan dinas atau tunjangan kendaraan untuk mendukung mobilitas dalam menjalankan tugas.
Pertamina secara rutin mengirim karyawan HSE untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi nasional maupun internasional, seperti NEBOSH, IOSH, atau sertifikasi ahli K3 umum.
Karyawan mendapatkan cuti tahunan minimal 12 hari kerja, dengan tambahan cuti khusus untuk kondisi tertentu seperti pernikahan, kelahiran anak, atau kedukaan.
Pertamina memiliki program talent development yang terstruktur untuk membantu karyawan HSE mengembangkan kompetensi dan menapaki jenjang karir yang lebih tinggi.
Posisi HSE di Pertamina memiliki peran strategis dengan berbagai tanggung jawab penting:
HSE wajib melakukan Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) secara berkala di seluruh area kerja untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menentukan langkah mitigasinya.
Tim HSE bertanggung jawab menyusun kebijakan keselamatan kerja yang sesuai dengan standar internasional seperti ISO 45001 dan regulasi pemerintah, kemudian memastikan implementasinya di lapangan.
Inspeksi rutin harian, mingguan, dan bulanan dilakukan untuk memastikan semua peralatan, prosedur, dan kondisi kerja memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan.
Ketika terjadi insiden atau kecelakaan, HSE harus melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui akar masalah dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
HSE mengadakan training safety induction untuk karyawan baru, refreshment training untuk karyawan lama, serta sosialisasi prosedur keselamatan terbaru kepada seluruh pekerja.
Memastikan ketersediaan, distribusi, dan penggunaan APD yang tepat oleh seluruh karyawan sesuai dengan jenis pekerjaan dan tingkat risikonya.
Mengkoordinasikan pemeriksaan kesehatan berkala karyawan, monitoring paparan bahan berbahaya, dan program kesehatan kerja lainnya.
Memastikan operasional perusahaan tidak mencemari lingkungan dengan melakukan monitoring emisi, limbah, dan pengelolaan bahan berbahaya sesuai regulasi.
Membuat laporan berkala terkait performa HSE, statistik kecelakaan kerja, hasil audit, dan progress implementasi program keselamatan kepada manajemen.
HSE menjadi liaison dengan pihak eksternal seperti Kementerian Ketenagakerjaan, Dinas Lingkungan Hidup, dan auditor eksternal dalam hal compliance dan audit.
Untuk bergabung sebagai HSE di Pertamina, kamu harus memenuhi persyaratan berikut:
Minimal lulusan D3 untuk posisi entry level dan S1 untuk posisi officer ke atas, dengan jurusan yang relevan seperti Teknik Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, Teknik Kimia, atau K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).
Memiliki sertifikasi K3 yang masih berlaku, minimal AK3 Umum untuk level officer. Untuk posisi supervisor dan manager, dibutuhkan sertifikasi POP (Petugas Operasional Pertama), sertifikasi Ahli K3 Migas, atau sertifikasi internasional seperti NEBOSH.
Untuk fresh graduate bisa melamar posisi helper atau admin. Posisi staff membutuhkan pengalaman minimal 1-2 tahun, officer 3-5 tahun, supervisor 5-7 tahun, dan manager minimal 8-10 tahun di bidang HSE.
Menguasai pengetahuan tentang sistem manajemen K3, peraturan keselamatan kerja, teknik investigasi kecelakaan, dan mampu mengoperasikan software pendukung seperti MS Office, software HSE management, atau tools analisis risiko.
Minimal memiliki kemampuan bahasa Inggris pasif untuk membaca standar internasional, dengan skor TOEFL minimal 450 atau setara untuk posisi officer ke atas.
Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna (untuk posisi tertentu), dan mampu bekerja di lapangan dengan kondisi yang menantang termasuk area offshore atau remote area.
Memiliki kemampuan komunikasi yang baik, leadership, analitis, detail-oriented, tegas dalam penegakan aturan keselamatan, dan mampu bekerja dalam tim maupun di bawah tekanan.
Umumnya maksimal 35 tahun untuk fresh graduate dan 40-45 tahun untuk experienced hire, tergantung kebijakan rekrutmen periode tertentu.
Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti untuk menjadi HSE di Pertamina:
Mulai dengan memilih jurusan kuliah yang relevan dengan bidang HSE. Jika sudah lulus, pastikan kamu memiliki ijazah dan transkrip nilai yang baik, minimal IPK 2.75 untuk S1 dan 3.00 untuk D3.
Ikuti pelatihan dan ujian sertifikasi K3 yang diselenggarakan oleh lembaga resmi yang diakui Kemnaker. Mulai dari AK3 Umum, lalu tingkatkan ke sertifikasi yang lebih spesifik seperti K3 Migas atau NEBOSH untuk meningkatkan daya saing.
Untuk fresh graduate, kamu bisa mulai dari magang atau posisi entry level di perusahaan kontraktor Pertamina atau perusahaan migas lainnya. Pengalaman ini akan sangat berharga saat melamar ke Pertamina.
Pertamina biasanya membuka rekrutmen melalui website resmi pertamina.com/career atau rekrutmen-pertamina.com. Selain itu, pantau juga portal job seperti LinkedIn, Jobstreet, atau pengumuman resmi di media sosial Pertamina.
Lengkapi CV yang menarik dengan highlight pengalaman dan sertifikasi HSE, surat lamaran, fotokopi ijazah dan transkrip, sertifikat K3, dan dokumen pendukung lainnya sesuai persyaratan.
Proses rekrutmen Pertamina biasanya terdiri dari seleksi administrasi, tes psikologi, tes kemampuan teknis HSE, medical check-up, wawancara HR, dan wawancara user. Persiapkan diri dengan baik untuk setiap tahapan.
Pelajari tentang Pertamina, nilai-nilai perusahaan, produk dan layanan, serta isu-isu terkini di industri migas. Siapkan juga jawaban untuk pertanyaan teknis HSE dan pengalaman kamu dalam menangani masalah keselamatan kerja.
Dalam wawancara, tunjukkan passion dan komitmen kamu terhadap budaya keselamatan. Berikan contoh konkret bagaimana kamu pernah berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman.
Bangun network dengan profesional HSE yang sudah bekerja di Pertamina atau industri migas. Networking bisa membuka peluang informasi lowongan atau referral yang meningkatkan kesempatan diterima.
Meskipun belum diterima, terus tingkatkan kompetensi dengan mengikuti webinar, workshop, atau training HSE. Tunjukkan bahwa kamu adalah lifelong learner yang terus update dengan perkembangan terbaru di bidang K3.
Berkarir sebagai HSE di Pertamina memberikan kesempatan untuk berkontribusi dalam menjaga keselamatan ribuan karyawan sambil mendapatkan kompensasi dan fasilitas yang sangat kompetitif.
Dengan gaji HSE Pertamina yang berkisar antara Rp 5,5 juta hingga Rp 35 juta per bulan, ditambah berbagai tunjangan dan fasilitas menarik, posisi ini sangat menjanjikan untuk pengembangan karir jangka panjang.
Namun, perlu diingat bahwa menjadi HSE bukan hanya tentang gaji dan benefit. Kamu akan memikul tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan nyawa manusia dan aset perusahaan.
Dibutuhkan dedikasi tinggi, komitmen terhadap safety culture, dan kesediaan untuk terus belajar mengikuti perkembangan standar keselamatan internasional.
Jika kamu memiliki passion di bidang keselamatan kerja dan ingin berkontribusi di perusahaan energi nasional terbesar, mulailah persiapan dari sekarang dengan melengkapi kualifikasi pendidikan, mendapatkan sertifikasi yang diperlukan, dan membangun pengalaman kerja yang relevan.
Kesempatan berkarir di Pertamina terbuka lebar bagi mereka yang benar-benar berkomitmen dan memiliki kompetensi di bidang HSE.
Semoga informasi lengkap tentang gaji, tunjangan, tugas, syarat, dan cara menjadi HSE Pertamina ini bermanfaat untuk kamu yang sedang mempertimbangkan karir di bidang ini. Tetap semangat dalam mengejar impian karirmu!