Gaji TKI Taiwan Laki-laki dan Perempuan di Berbagai Profesi

Bekerja di luar negeri seperti Taiwan menjadi pilihan banyak tenaga kerja Indonesia (TKI), baik laki-laki maupun perempuan, yang mencari peluang untuk meningkatkan kualitas hidup. Gaji TKI Taiwan bervariasi tergantung pada profesi dan pengalaman kerja.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam gaji TKI Taiwan untuk berbagai profesi, mulai dari pekerjaan di sektor rumah tangga hingga konstruksi.
Gaji TKI Taiwan Laki-Laki Berdasarkan Profesi
Bagi kamu yang berencana bekerja di Taiwan, gaji TKI Taiwan laki-laki seringkali dipengaruhi oleh jenis pekerjaan yang diambil. Sebagian besar pekerja laki-laki di Taiwan bekerja di sektor konstruksi, pabrik, dan perikanan.
1. Gaji TKI Taiwan Konstruksi
Bagi TKI Taiwan yang bekerja di sektor konstruksi, gaji yang diterima bisa bervariasi. Rata-rata gaji TKI Taiwan konstruksi berkisar antara NT$ 20.000 hingga NT$ 25.000 per bulan, tergantung pada pengalaman dan jenis proyek yang dikerjakan.
Beberapa perusahaan besar bahkan menawarkan gaji yang lebih tinggi, ditambah dengan tunjangan lainnya seperti makan dan tempat tinggal.
2. Gaji TKI Taiwan Pabrik
Jika kamu bekerja di pabrik, gaji yang diterima umumnya lebih rendah dibandingkan sektor konstruksi. Namun, pekerjaan ini memiliki keuntungan berupa sistem lembur yang bisa meningkatkan penghasilan. Gaji TKI Taiwan di pabrik bisa mencapai NT$ 18.000 hingga NT$ 22.000 per bulan.
Gaji TKI Taiwan Perempuan Berdasarkan Profesi
Bagi perempuan, pekerjaan di Taiwan juga sangat beragam, dengan sektor rumah tangga dan perawatan lansia menjadi pilihan yang populer. Gaji TKI Taiwan untuk perempuan ini lebih cenderung stabil dan dapat diandalkan.
1. Gaji TKI Taiwan ART (Asisten Rumah Tangga)
Banyak perempuan Indonesia yang bekerja sebagai ART di Taiwan. Gaji TKI Taiwan ART ini biasanya berada di kisaran NT$ 17.000 hingga NT$ 20.000 per bulan.
Beberapa keluarga menawarkan tambahan tunjangan seperti makan dan tempat tinggal. Selain itu, ada juga yang menyediakan fasilitas lain seperti cuti tahunan yang memberi keuntungan lebih bagi para pekerja.
2. Gaji TKW Taiwan Jaga Lansia
Sektor perawatan lansia atau jaga lansia juga banyak diminati oleh perempuan Indonesia. Gaji TKW Taiwan jaga lansia umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan pekerjaan ART.
Rata-rata gaji TKW Taiwan untuk pekerjaan ini berkisar antara NT$ 18.000 hingga NT$ 22.000 per bulan, tergantung pada tempat tinggal dan kondisi pasien.
Namun, perlu diingat bahwa pekerjaan ini juga memiliki risiko kerja yang lebih besar, seperti kondisi fisik yang berat dan tuntutan emosional yang tinggi.
Berapa Potongan Gaji TKI Taiwan?
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, “Berapa potongan gaji TKI Taiwan?” Potongan gaji TKI Taiwan umumnya digunakan untuk biaya asuransi, biaya administrasi, dan berbagai biaya lainnya yang dikelola oleh agen tenaga kerja.
Secara umum, potongan gaji TKI Taiwan bisa mencapai 10% hingga 15% dari gaji bulanan. Hal ini termasuk biaya pengiriman uang ke Indonesia dan biaya kesehatan. Kamu harus selalu memeriksa dengan agen atau majikan mengenai potongan ini agar tidak ada kebingungannya.
Gaji TKI Taiwan Jika Dirupiahkan
Untuk mengetahui seberapa besar gaji TKI Taiwan jika dirupiahkan, kamu bisa mengalikan gaji dalam mata uang Taiwan (NT$) dengan nilai tukar yang berlaku.
Misalnya, jika gaji TKI Taiwan adalah NT$ 20.000 dan nilai tukar 1 NT$ = 5000 IDR, maka gaji TKI Taiwan jika dirupiahkan sekitar 100 juta IDR. Ini adalah gambaran kasar, dan nilai tukar bisa berubah sesuai dengan kondisi pasar.
Risiko Kerja di Taiwan
Bekerja di luar negeri pasti memiliki risiko kerja, dan Taiwan juga tidak terkecuali. Beberapa resiko kerja di Taiwan, terutama di sektor konstruksi dan pabrik, termasuk cedera fisik akibat kecelakaan kerja.
Selain itu, jika kamu bekerja di sektor perawatan lansia atau ART, ada juga risiko kelelahan karena jam kerja yang panjang dan tuntutan emosional.
Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum berangkat dan memahami hak-hak kamu sebagai pekerja migran.
Syarat Menjadi TKI ke Taiwan
Menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan bisa menjadi pilihan yang menguntungkan bagi banyak orang yang ingin meningkatkan taraf hidup mereka.
Namun, sebelum memutuskan untuk bekerja di Taiwan, ada beberapa syarat dan persyaratan yang perlu kamu penuhi agar proses pengiriman TKI berjalan lancar.
Berikut ini adalah beberapa syarat yang harus dipenuhi jika kamu ingin menjadi TKI ke Taiwan.
1. Usia yang Memadai
Salah satu syarat utama untuk menjadi TKI ke Taiwan adalah memiliki usia yang sesuai dengan ketentuan. Untuk pekerja laki-laki, usia minimal biasanya adalah 18 tahun dan maksimal 35 tahun.
Sementara untuk pekerja perempuan, usia minimal adalah 18 tahun dan maksimal 40 tahun. Beberapa pekerjaan di sektor tertentu mungkin memiliki batasan usia yang lebih ketat, jadi pastikan kamu memenuhi persyaratan usia untuk jenis pekerjaan yang kamu tuju.
2. Status Pekerjaan yang Tidak Terikat
Syarat lainnya adalah kamu tidak sedang terikat kontrak kerja dengan perusahaan lain di Indonesia. Jika kamu sudah bekerja di perusahaan atau institusi lain, maka kamu harus menyelesaikan kontrak tersebut terlebih dahulu sebelum mengajukan diri untuk bekerja sebagai TKI ke Taiwan.
3. Kondisi Fisik yang Sehat
Pekerjaan sebagai TKI di Taiwan biasanya memerlukan kondisi fisik yang sehat, terutama jika kamu akan bekerja di sektor konstruksi atau pabrik.
Oleh karena itu, kamu harus melewati pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh dokter atau rumah sakit yang telah ditunjuk oleh agen penempatan tenaga kerja.
Pemeriksaan ini termasuk cek kesehatan umum, tes darah, dan pemeriksaan fisik lainnya untuk memastikan bahwa kamu tidak memiliki penyakit serius yang dapat mengganggu pekerjaan.
4. Syarat Pendidikan
Untuk beberapa jenis pekerjaan di Taiwan, kamu tidak memerlukan latar belakang pendidikan tertentu. Namun, ada pekerjaan yang membutuhkan keterampilan atau pendidikan khusus, misalnya pekerjaan di sektor perawatan lansia, asisten rumah tangga, atau pekerjaan teknis seperti di bidang konstruksi dan manufaktur. Jadi, pastikan kamu memeriksa persyaratan pendidikan yang diperlukan untuk posisi yang kamu pilih.
5. Memiliki Kemampuan Bahasa atau Keterampilan Khusus
Kemampuan berbahasa Mandarin atau bahasa Taiwan bisa menjadi nilai tambah, meskipun tidak selalu menjadi syarat utama.
Beberapa agen atau majikan di Taiwan mungkin akan memberi pelatihan bahasa atau orientasi kerja sebelum kamu berangkat. Namun, kemampuan bahasa setidaknya akan mempermudah kamu dalam berkomunikasi dengan majikan dan rekan kerja di Taiwan.
6. Memiliki Surat Izin atau Visa Kerja
Untuk bekerja di Taiwan, kamu harus memiliki visa kerja yang sah. Proses pengurusan visa biasanya dilakukan melalui agen tenaga kerja resmi yang sudah terdaftar.
Visa kerja ini akan mengizinkan kamu untuk bekerja di Taiwan dalam jangka waktu tertentu, sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati dengan majikan di Taiwan.
Jangan lupa bahwa visa kerja ini harus diperbarui secara berkala, tergantung pada ketentuan yang berlaku.
7. Mendaftar Melalui Agen Penempatan Tenaga Kerja (APTK)
Pendaftaran menjadi TKI ke Taiwan harus dilakukan melalui agen tenaga kerja yang sudah terdaftar dan memiliki izin resmi dari pemerintah Indonesia.
Agen ini akan membantu kamu dengan proses administrasi, pelatihan, dan juga pengurusan visa serta kontrak kerja.
Selain itu, agen juga berperan dalam menjamin hak-hak pekerja selama bekerja di Taiwan dan menjadi penghubung antara kamu dan majikan.
8. Memiliki Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
Salah satu syarat yang diperlukan adalah memiliki Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang menunjukkan bahwa kamu tidak memiliki catatan kriminal.
SKCK ini diperlukan untuk memastikan bahwa kamu memiliki riwayat yang baik dan tidak terlibat dalam aktivitas ilegal.
9. Mengikuti Pelatihan atau Orientasi Kerja
Bergantung pada jenis pekerjaan yang akan dijalani, kamu juga perlu mengikuti pelatihan atau orientasi kerja yang diselenggarakan oleh agen penempatan tenaga kerja atau pemerintah.
Pelatihan ini biasanya mencakup materi mengenai peraturan kerja di Taiwan, budaya kerja, serta keterampilan khusus yang diperlukan dalam pekerjaan tertentu.
10. Menandatangani Kontrak Kerja
Sebelum berangkat, kamu juga harus menandatangani kontrak kerja dengan majikan di Taiwan yang mencakup detail tentang pekerjaan, gaji, jam kerja, dan hak-hak yang kamu terima. Pastikan kamu memahami setiap ketentuan dalam kontrak ini agar tidak ada kesalahpahaman saat bekerja di Taiwan.
Cara Kerja Jadi TKI di Taiwan
Nah, jika kamu tertarik untuk bekerja di Taiwan, berikut adalah panduan lengkap tentang cara kerja jadi TKI di Taiwan.
1. Menentukan Jenis Pekerjaan yang Akan Dijalani
Langkah pertama dalam proses menjadi TKI di Taiwan adalah menentukan jenis pekerjaan yang ingin kamu jalani. Pekerjaan di Taiwan cukup beragam, mulai dari sektor rumah tangga, perawatan lansia, konstruksi, pabrik, hingga sektor pertanian. Pastikan kamu memilih pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan, pengalaman, dan preferensimu.
Misalnya, jika kamu seorang perempuan yang ingin bekerja di sektor rumah tangga, kamu bisa melamar menjadi Asisten Rumah Tangga (ART). Sementara jika kamu seorang laki-laki, sektor konstruksi atau pabrik bisa menjadi pilihan yang tepat.
2. Mendaftar ke Agen Penempatan Tenaga Kerja (APTK)
Setelah menentukan jenis pekerjaan yang diinginkan, langkah selanjutnya adalah mendaftar ke agen penempatan tenaga kerja (APTK) yang terdaftar di pemerintah Indonesia. Agen ini akan membantu kamu dalam proses administrasi, pengurusan visa, serta pencocokan antara kamu dan majikan di Taiwan.
Pastikan untuk memilih agen yang memiliki izin resmi dan reputasi yang baik agar prosesnya berjalan lancar. Agen ini juga akan memberi tahu kamu tentang persyaratan yang harus dipenuhi, biaya yang perlu dibayar, serta waktu yang dibutuhkan untuk persiapan keberangkatan.
3. Melakukan Pemeriksaan Kesehatan
Sebelum keberangkatan, kamu akan diwajibkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit atau klinik yang ditunjuk oleh agen. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan bahwa kamu sehat fisik dan mental sebelum bekerja di luar negeri. Biasanya, pemeriksaan kesehatan ini meliputi tes darah, rontgen, pemeriksaan fisik umum, dan tes mata. Pastikan kamu dalam kondisi sehat agar bisa bekerja dengan baik di Taiwan.
4. Mengikuti Pelatihan dan Orientasi Kerja
Sebagai TKI, kamu biasanya diwajibkan mengikuti pelatihan atau orientasi kerja yang diselenggarakan oleh agen penempatan tenaga kerja. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pekerjaan yang akan dilakukan di Taiwan, serta mengajarkan tentang etika kerja, budaya, dan hukum yang berlaku di sana.
Jika kamu bekerja di sektor perawatan lansia atau rumah tangga, kamu akan diberi pelatihan khusus untuk mempersiapkan diri menghadapi pekerjaan tersebut. Pelatihan ini juga mencakup keterampilan dasar berbahasa Mandarin, agar komunikasi dengan majikan lebih lancar.
5. Proses Pengurusan Visa Kerja
Salah satu langkah krusial untuk bekerja di Taiwan adalah pengurusan visa kerja. Setelah semua persyaratan administratif dan pemeriksaan kesehatan selesai, agen penempatan tenaga kerja akan mengurus visa kerja kamu. Biasanya, visa kerja ini akan diberikan oleh pemerintah Taiwan yang mengizinkan kamu untuk bekerja secara sah di negara tersebut.
Visa kerja ini harus diperbarui sesuai dengan ketentuan yang berlaku, jadi pastikan kamu selalu mengikuti prosedur yang ada. Setelah visa disetujui, kamu akan mendapatkan dokumen yang dibutuhkan untuk keberangkatan.
6. Keberangkatan ke Taiwan
Setelah semua dokumen lengkap, pelatihan selesai, dan visa disetujui, kamu akan dipersiapkan untuk keberangkatan ke Taiwan. Agen akan mengatur transportasi dan semua proses administrasi yang diperlukan untuk perjalananmu. Sebelum berangkat, pastikan kamu sudah menyiapkan semua barang pribadi yang diperlukan dan memahami jadwal keberangkatan.
Biasanya, perjalanan dari Indonesia ke Taiwan memakan waktu sekitar 5 hingga 7 jam. Sesampainya di Taiwan, kamu akan disambut oleh agen lokal atau pihak majikan yang akan mengantar kamu ke tempat tinggal dan lokasi kerja.
7. Bekerja di Taiwan
Setibanya di Taiwan, kamu akan memulai pekerjaan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati dengan majikan. Kamu akan bekerja di bidang yang telah ditentukan, apakah itu di sektor konstruksi, perawatan lansia, pabrik, atau rumah tangga. Pastikan kamu mematuhi aturan kerja yang berlaku dan selalu menjaga komunikasi yang baik dengan majikan.
Sebagai TKI, kamu berhak mendapatkan gaji sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati, serta fasilitas seperti tempat tinggal dan makan yang umumnya diberikan oleh majikan. Selain itu, kamu juga berhak atas hak-hak lainnya, seperti cuti tahunan, jaminan kesehatan, dan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku di Taiwan.
8. Mengirim Uang ke Keluarga
Salah satu alasan banyak orang bekerja di luar negeri adalah untuk membantu keluarga yang ada di Indonesia. Di Taiwan, kamu dapat mengirimkan uang ke keluarga melalui berbagai metode pengiriman uang yang sudah tersedia, baik melalui bank, layanan pengiriman uang internasional, atau melalui agen pengiriman uang.
Pastikan untuk mengelola pengiriman uang ini dengan bijak agar kamu dan keluarga dapat memanfaatkan penghasilan dengan maksimal. Beberapa TKI memilih untuk menabung dan mengirimkan uang secara berkala.
9. Pulang Ke Indonesia
Setelah menjalani kontrak kerja yang telah disepakati, kamu bisa pulang ke Indonesia dengan menggunakan tiket yang disediakan oleh majikan atau agen. Sebelum pulang, pastikan kamu menyelesaikan semua kewajiban yang ada dan melaporkan kepulangan kamu sesuai prosedur.
Kesimpulan
Gaji TKI Taiwan bervariasi berdasarkan profesi, pengalaman, dan jenis pekerjaan yang kamu pilih. Meskipun gaji TKI Taiwan laki-laki cenderung lebih tinggi di sektor konstruksi, perempuan yang bekerja sebagai ART atau jaga lansia juga memiliki peluang gaji yang baik.
Namun, kamu juga harus mempertimbangkan potongan gaji dan risiko kerja yang mungkin dihadapi di negara tujuan.
Sebelum memutuskan untuk bekerja di Taiwan, pastikan kamu sudah mengetahui semua informasi ini dengan baik, agar bisa membuat keputusan yang tepat dan meminimalkan risiko.