15 Nama Mata Uang Terendah di Dunia, Rp Posisi Berapa?

Ketika membicarakan mata uang terendah di dunia, seringkali yang terlintas di benak adalah nilai tukar yang sangat rendah terhadap mata uang kuat seperti dolar Amerika Serikat (USD) atau euro (EUR).
Faktor-faktor seperti inflasi, kebijakan moneter, dan kondisi ekonomi dapat mempengaruhi nilai tukar suatu mata uang.
Artikel ini akan membahas 15 nama mata uang terendah di dunia dan posisi rupiah (Rp) di antara mereka.
Daftar Nama Mata Uang Terendah di Dunia
Berikut adalah nama-nama mata uang terendah di dunia:
1. Rial Iran (IRR)
Rial Iran memiliki nilai tukar yang sangat rendah terhadap USD. Inflasi yang tinggi dan sanksi ekonomi internasional membuat nilai Rial terus merosot.
2. Dong Vietnam (VND)
Dong Vietnam juga termasuk dalam jajaran mata uang dengan nilai terendah di dunia. Nilai tukarnya yang rendah disebabkan oleh sejarah ekonomi dan kebijakan pemerintah yang cenderung mempertahankan nilai mata uang rendah untuk mendukung ekspor.
3. Rupiah Indonesia (IDR)
Rupiah Indonesia, meskipun stabil dalam beberapa tahun terakhir, tetap memiliki nilai yang rendah jika dibandingkan dengan USD. Hal ini dipengaruhi oleh inflasi dan kebijakan moneter dalam negeri.
4. Guarani Paraguay (PYG)
Guarani Paraguay memiliki nilai tukar rendah terhadap USD. Ekonomi yang bergantung pada ekspor komoditas dan fluktuasi harga komoditas global mempengaruhi nilai mata uang ini.
5. Leone Sierra Leone (SLL)
Leone adalah mata uang yang sangat lemah karena berbagai faktor ekonomi dan politik. Negara ini mengalami banyak tantangan, termasuk konflik internal dan epidemi.
6. Kip Laos (LAK)
Kip Laos memiliki nilai tukar yang rendah akibat ekonomi yang masih berkembang dan ketergantungan pada bantuan luar negeri.
7. Franc Guinea (GNF)
Guinea Franc adalah mata uang dengan nilai yang sangat rendah, dipengaruhi oleh ketidakstabilan politik dan ekonomi yang kurang berkembang.
8. Dobra Sao Tome dan Principe (STN)
Sao Tome dan Principe adalah negara kecil dengan ekonomi yang bergantung pada bantuan internasional, yang menyebabkan nilai Dobra tetap rendah.
9. Som Uzbekistan (UZS)
Som Uzbekistan mengalami devaluasi yang signifikan beberapa kali, membuatnya termasuk salah satu mata uang terendah di dunia.
10. Colón Kosta Rika (CRC)
Colón Kosta Rika termasuk mata uang dengan nilai rendah, meskipun negara ini memiliki ekonomi yang stabil dan tingkat pendidikan yang tinggi.
11. Riel Kamboja (KHR)
Riel Kamboja adalah mata uang yang rendah nilainya, karena ekonomi Kamboja masih dalam tahap perkembangan.
12. Ariary Madagaskar (MGA)
Ariary Madagaskar memiliki nilai tukar rendah akibat ekonomi yang lemah dan ketidakstabilan politik.
13. Kwacha Malawi (MWK)
Kwacha Malawi mengalami depresiasi akibat ekonomi yang lemah dan inflasi tinggi.
14. Shilling Uganda (UGX)
Shilling Uganda memiliki nilai rendah yang dipengaruhi oleh ekonomi yang masih berkembang dan inflasi.
15. Peso Kolombia (COP)
Peso Kolombia, meskipun mengalami peningkatan stabilitas ekonomi, tetap termasuk dalam mata uang dengan nilai rendah terhadap USD.
Posisi Mata Uang Rupiah (Rp) Saat Ini
Dalam daftar di atas, rupiah Indonesia berada pada urutan ketiga sebagai salah satu mata uang dengan nilai terendah di dunia.
Meskipun demikian, pemerintah Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan memperbaiki nilai tukar rupiah melalui berbagai kebijakan moneter dan fiskal.
Mata Uang Apa yang Paling Tinggi?
Mata uang dengan nilai tertinggi di dunia adalah Dinar Kuwait (KWD). Berikut adalah beberapa alasan mengapa Dinar Kuwait memiliki nilai tukar yang sangat tinggi:
Alasan Mengapa Dinar Kuwait Memiliki Nilai Tinggi
1. Ekonomi Berbasis Minyak
Kuwait memiliki cadangan minyak yang sangat besar dan merupakan salah satu eksportir minyak terbesar di dunia. Pendapatan dari minyak menyumbang sebagian besar ekonomi Kuwait, yang memberikan dukungan kuat terhadap nilai dinar.
2. Stabilitas Ekonomi
Pemerintah Kuwait memiliki kebijakan ekonomi yang stabil dan prudent, termasuk manajemen fiskal yang baik dan cadangan devisa yang besar.
3. Kebijakan Moneter
Bank Sentral Kuwait menjaga nilai dinar terhadap sekeranjang mata uang yang termasuk dalam komposisi utama, menjaga kestabilan nilai tukar terhadap mata uang kuat lainnya.
4. Cadangan Devisa yang Besar
Kuwait memiliki cadangan devisa yang sangat besar, yang digunakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dinar.
5. Tingkat Inflasi yang Rendah
Kebijakan ekonomi yang hati-hati dan stabilitas politik membantu menjaga inflasi di tingkat yang rendah, mendukung kekuatan mata uang.
Perbandingan dengan Mata Uang Lain
Jika dibandingkan dengan mata uang lain, Dinar Kuwait jauh lebih tinggi. Berikut adalah beberapa mata uang dengan nilai tinggi lainnya, meskipun masih berada di bawah Dinar Kuwait:
1. Dinar Bahrain (BHD)
Dinar Bahrain juga merupakan salah satu mata uang dengan nilai tertinggi karena ekonomi yang kuat dan cadangan minyak yang besar.
2. Rial Oman (OMR)
Rial Oman memiliki nilai tinggi berkat stabilitas ekonomi dan pendapatan dari sektor minyak dan gas.
3. Dinar Yordania (JOD)
Meskipun tidak memiliki sumber daya alam sebesar negara-negara Teluk, kebijakan moneter yang stabil membuat Dinar Yordania cukup kuat.
Nilai Tukar Dinar Kuwait
Untuk memberikan gambaran tentang kekuatan Dinar Kuwait, berikut adalah nilai tukarnya terhadap beberapa mata uang utama per Juni 2024:
- 1 KWD = 3.27 USD
- 1 KWD = 3.00 EUR
- 1 KWD = 4.35 CAD
- 1 KWD = 11,500 IDR
Kesimpulan
Nilai tukar mata uang adalah refleksi dari kondisi ekonomi suatu negara. Mata uang yang lemah sering kali menunjukkan adanya tantangan ekonomi yang harus dihadapi oleh negara tersebut.
Namun, dengan kebijakan yang tepat dan perbaikan ekonomi, nilai tukar mata uang dapat diperbaiki.
Rupiah Indonesia berada di antara mata uang terendah di dunia, namun upaya untuk memperkuat ekonomi terus dilakukan untuk meningkatkan nilai tukarnya di masa depan.
Dengan mengetahui posisi dan nilai mata uang terendah di dunia, kita dapat memahami lebih dalam tentang dinamika ekonomi global dan bagaimana setiap negara menghadapi tantangan ekonominya.