Ketikus.com
Beranda Ide jualan 15 Pertanyaan Tentang Ide Bisnis dan Jawabannya

15 Pertanyaan Tentang Ide Bisnis dan Jawabannya

Pertanyaan Tentang Ide Bisnis dan Jawabannya

Setiap orang bisa saja menjalankan bisnis atau usaha yang sudah di tentukannya. Namun sebelum memulai, sebenarnya terdapat banyak pertanyaan tentang ide bisnis. Yang di mana pertanyaan tersebut sepenuhnya mencakup ide dan konsep bisnis yang akan dijalani.

Seperti seorang pelukis yang ingin melukis dan menciptakan hasil lukisan yang cantik dan indah. Tentunya ia terlebih dulu memikirkan ide serta konsep lukisan apa yang akan dia lukis kemudian. Sama halnya ide dan konsep yang penting sebelum memulai bisnis.

Maka dari itu selain pentingnya modal, ide dan konsep bisnis ini merupakan peran penting dari mulainya suatu bisnis atau usaha. Saat ini banyak referensi bisnis yang bisa kamu coba, namun jika hanya sekedar mencari ide itu mudah.

Bagaimana pertanyaan-pertanyaan dalam memilih ide bisnis yang akan kamu jalani? ini sama pentingnya dengan ide dan konsep looh. Namun, memikirkan dan mencari ide konsep itu baiknya di awal, dan kemudian pertanyaan bisnis ini akan mengetes kelayakan bisnis.

Karena sudah dipastikan, ketika kamu ingin membangun suatu bisnis atau usaha pasti akan muncul pertanyaan-pertanyaan dibenak hati kamu. Contohnya pertanyaan umum seperti, Apa ini bidang yang cocok ? memang ada yang ingin membeli produk kamu nanti?

Maka dari itu, ada baiknya jika kamu melakukan survey dan menjawab atas pertanyaan itu. Karena dengan menjawabnya, itu akan membuat kamu semakin percaya diri dalam menjalani bisnis.

Jika ide dan konsep telah didapat, maka selanjutnya kamu tinggal menjawab atau survey analisis dari pertanyaan-pertanyaan ide bisnis yang akan kamu jalani. Tentunya agar tidak salah dalam memilih bidang, pasar dalam berbisnis.

Dengan kata lain, kamu akan lebih fokus pada apa saja cara yang bisa kamu lakukan dari peluang ide bisnis tersebut. Yang tentunya dengan begitu kamu akan menjalani bisnis dengan percaya diri, sepenuh hati dan yang pasti dengan motivasi tinggi.

Ada beberapa pertanyaan yang bisa kamu ajukan pada dirimu sendiri dalam memilih bisnis yang cocok dengan kamu agar dapat menjadi pebisnis / wirausahawan sukses tentunya. Yuuk mari simak beberapa pertanyaan tentang ide bisnis.

Pertanyaan Tentang Ide Bisnis yang Harus Terjawab Sebelum Mulai Usaha

Dengan banyaknya ide bisnis yang tersedia dimana-mana, namun tidak semua ide bisnis dapat kamu jalani atau mulai. Karena itu, ide-ide tersebut baiknya diuji agar saat penerapannya dapat sukses dan berjalan dengan lancar tentunya.

Dibawah ini terdapat beberapa pertanyaan untuk menguji ide bisnismu yang bisa kamu jadikan contoh sebelum menjalani ide bisnis mu. Ayoo langsung simak saja pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Apa yang Menjadi Tujuan dari Usaha kamu?

Pertanyaan pertama ini bertujuan menentukan apa yang kamu ingin dapatkan atau hasilkan dari bisnis atau usaha yang akan kamu jalani. Penting bagi kamu untuk mencari tahu apa yang ingin kamu dapatkan atau raih ketika memutuskan keluar kantor untuk berbisnis.

Contohnya jika kamu ingin mendirikan usaha dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Kamu bisa mendirikan usaha atau bisnis dengan modal yang kecil dan dapat membagi waktu yang cukup untuk mengelola bisnis dengan pekerjaan kamu dikantor.

2. Apa yang Kamu Suka atau Hobi?

Pertanyaan selanjutnya ini merupakan cara lain untuk menentukan referensi dari ide bisnis seperti halnya bisnis yang dapat dilakukan. Seperti kegiatan yang mengacu pada hobi kamu ataupun hal yang kamu sukai tentunya.

Contoh semisalnya kamu hobi mendaki gunung, dengan begitu kamu bisa coba mendirikan bisnis seperti rental peralatan mendaki gunung. Kemudian jika suka melukis, maka tidak ada salahnya jika kamu coba bisnis dengan menjual hasil lukisan secara online ataupun offline.

3. Seperti Apa Profil Calon Konsumen Kamu?

Tidak semua ide bisnis yang kamu jalani cocok dengan yang dibutuhkan konsumen. Maka dari itu, bisnis yang baik adalah bisnis yang juga baik untuk konsumen kitu. Garis besarnya kamu harus mengetahui latar belakang konsumen serta kebutuhan konsumen.

Sebab itu, ide perlu diuji tes pemetaan demografi dan psikografi terhadap konsumen kamu. Dengan memahami apa yang dibutuhkan konsumen dari segmentasi pasar. Maka kamu bisa menjalani bisnis dengan lebih siap dan percaya diri.

4. Apa yang menjadi Pembeda dari Bisnis Kamu?

Pada saat ini banyak ide bagus untuk bisnis, namun penting untuk dipikirkan apa yang jadi pembeda dari produk barang atau jasa yang kamu sediakan pada bisnis mu nanti. Jika pada bisnismu tidak ada pembeda, maka kedepannya akan sulit dalam memasarkannya.

5. Bagaimana Mendemontrasikannya ?

Ide merupakan hal yang tak nampak, maka dari itu kamu harus bisa merepresentasikan dari ide-ide tersebut secara fisiknya. Baik itu alur strategi, bagan, gambar, skema dan lainnya untuk mengeksekusi atau mulai menjalani ide bisnis tersebut.

6. Siapa Saja Calon Tim?

Tentu kamu perlu menentukan orang siapa saja yang akan kamu rekrut untuk menjadi bagian dari tim. Maka dari itu, kamu harus pandai-pandai memilih dan menyeleksi orang yang cocok serta mampu membantu kamu dalam menjalani bisnis kedepannya.

7. Sumber Daya Apa Saja yang Diperlukan?

Sama halnya seperti mencari tim, kamu juga perlu menentukan sumber daya apa saja yang kamu perlukan untuk mendukung bisnis kamu. Dengan begitu, perlu perhitungan secara rinci untuk budget atau modal yang diperlukan untuk mengadakan sumber daya itu.

8. Berapa Lama Bisnis Dapat Berjalan?

Ini merupakan pertanyaan tentang ide bisnis yang sering kita semua dengar. Perhitungan umur bisnis sangat penting diketahui, agar saat umur bisnis mencapai umur maksimalnya, kamu dapat melakukan inovasi terhadap jenis produk atau layanan jasa bisnis kamu.

9. Bagaimana Prediksi Penjualan Kedepannya?

Kamu tentu perlu melakukan pemetaan pertumbuhan bisnis untuk kedepannya. Seperti target penjualan dari minggu ke minggu hingga tahun ke tahun. Dengan begitu, kamu bisa menentukan kapan bisnis kamu bisa balik modal atau meraih keuntungan.

10. Seberapa besar Potensi Bisnis?

Dengan memikirkan dan menargetkan seberapa besar potensi pertumbuhan dari bisnis yang dijalani. Kamu dapat membuat simulasi perkembangan atau pertumbuhan bisnis dengan waktu yang telah kamu ditentukan.

11. Apa Kamu memiliki Skill dalam Menjalani Bisnis ini?

Jujur dalam konteks disini, merupakan jujur terhadap diri sendiri yang mengacu pada kemampuan atau skill yang kamu miliki sesuai atau tidak dengan bisnis yang kamu jalani.

12. Dapatkah Bisnis Bertahan 1 s/d 2 Tahun Kedepan?

1 sampai dengan 2 tahun merupakan waktu yang ideal dalam ujian menjalani usaha atau bisnis. Karena 2 tahun pertama ini akan sangat menentukan apakah kamu mampu menjalani usaha dalam 2 tahun pertama itu.

13. Apakah Tempat Sudah Kamu Miliki?

Ini adalah masalah umum bisnis, sangat diperlukan tempat untuk melakukan pemasaran produk barang ataupun jasa. Maka dari itu, sebaiknya jika memiliki ruang kosong ataupun halaman rumahmu yang luas bisa kamu jadikan tempat untuk awalan menjalani usaha.

14. Kapankah Waktu yang tepat Menjalani Bisnis?

Menjalani bisnis sebenarnya bisa kapan saja, tergantung kamu cepat atau lambat dalam menyiapkan segala kebutuhan yang mendukung dalam menjalani usaha. Apabila segala aspek untuk memulai usaha sudah siap, maka tidak salah jika langsung memulainya.

15. Haruskah Membeli Franchise atau Mendirikan Brand sendiri?

Pertanyaan terakhir ini, kembali pada diri kamu sendiri sebagai acuan modal yang dimiliki serta minat kamu. Untuk kamu seseorang yang memiliki modal cukup dengan membeli franchise bukanlah masalah.

Namun jika kamu tidak memiliki modal yang cukup, maka sebaiknya kamu menjalani bisnis dengan membuat produk sendiri. Dengan begitu kamu bisa menggunakan modal seefektif dan seefisien mungkin tentunya.

Pertanyaan Tentang Bisnis yang Sulit

1. Bagaimana cara menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat?

Untuk menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat, kamu harus memiliki strategi yang matang. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:

  • Analisis Kompetitor: Pelajari keunggulan dan kelemahan pesaing untuk menemukan celah yang bisa dimanfaatkan.
  • Inovasi Produk atau Layanan: Terus berinovasi agar produk atau layanan yang kamu tawarkan lebih unggul dan unik dibandingkan pesaing.
  • Peningkatan Kualitas Layanan: Berikan pengalaman pelanggan yang lebih baik, seperti layanan pelanggan yang responsif dan personalisasi produk.
  • Strategi Harga yang Kompetitif: Sesuaikan harga dengan kualitas produk dan daya beli pasar, tetapi tetap mempertahankan margin keuntungan.
  • Pemasaran Digital: Manfaatkan media sosial, SEO, dan iklan online untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

2. Apa strategi terbaik untuk mempertahankan bisnis di tengah resesi ekonomi?

Saat resesi ekonomi, daya beli masyarakat menurun, sehingga bisnis harus beradaptasi. Beberapa strategi yang bisa diterapkan:

  • Efisiensi Biaya: Kurangi pengeluaran yang tidak perlu dan fokus pada aspek yang memberikan keuntungan terbesar.
  • Diversifikasi Produk atau Jasa: Tawarkan produk atau layanan yang lebih terjangkau atau relevan dengan kebutuhan saat resesi.
  • Peningkatan Loyalitas Pelanggan: Berikan program loyalitas atau diskon khusus bagi pelanggan setia agar mereka tetap bertahan.
  • Adaptasi Model Bisnis: Beralih ke model bisnis yang lebih fleksibel, seperti layanan berbasis langganan atau digitalisasi produk.
  • Mencari Sumber Pendapatan Tambahan: Jika memungkinkan, perluas pasar atau jual produk yang lebih tahan terhadap krisis ekonomi.

3. Bagaimana cara mengembangkan bisnis tanpa modal besar?

Bisnis bisa berkembang meskipun dengan modal kecil jika strategi yang diterapkan tepat. Beberapa caranya adalah:

  • Gunakan Platform Digital: Manfaatkan media sosial dan marketplace gratis untuk pemasaran tanpa biaya besar.
  • Kolaborasi dengan Pihak Lain: Cari mitra atau influencer yang bisa membantu promosi dengan sistem bagi hasil.
  • Bootstrapping: Gunakan keuntungan bisnis untuk terus berkembang tanpa harus mencari pendanaan dari luar.
  • Gunakan Strategi Pre-Order: Jual produk sebelum diproduksi untuk mendapatkan modal dari pelanggan lebih dulu.
  • Manfaatkan Modal Usaha dari Pemerintah atau Crowdfunding: Banyak program bantuan modal usaha atau platform crowdfunding yang bisa dimanfaatkan.

Contoh Pertanyaan Tentang Usaha Kecil

1. Bagaimana cara memulai usaha kecil dengan modal terbatas?

Memulai usaha kecil dengan modal terbatas membutuhkan perencanaan yang matang. Berikut langkah-langkahnya:

  • Pilih Jenis Usaha yang Sesuai: Pilih usaha yang tidak membutuhkan modal besar, seperti jasa, dropshipping, atau reseller.
  • Manfaatkan Aset yang Ada: Gunakan alat atau keterampilan yang sudah kamu miliki untuk menghemat biaya.
  • Gunakan Strategi Pemasaran Gratis: Manfaatkan media sosial, komunitas, dan pemasaran dari mulut ke mulut.
  • Mulai dari Skala Kecil: Jangan langsung produksi dalam jumlah besar, uji pasar terlebih dahulu.
  • Pisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis: Agar keuangan bisnis lebih terkontrol dan bisa berkembang dengan baik.

2. Apa jenis usaha kecil yang memiliki potensi keuntungan tinggi?

Beberapa usaha kecil yang berpotensi memberikan keuntungan tinggi antara lain:

  • Bisnis Kuliner: Makanan ringan, catering rumahan, atau minuman kekinian memiliki pasar luas.
  • Bisnis Digital: Jasa desain grafis, pembuatan website, atau freelance writing sangat diminati.
  • Dropshipping atau Reseller: Menjual produk tanpa perlu stok barang sendiri.
  • Jasa Kebersihan atau Laundry: Selalu dibutuhkan, terutama di daerah perkotaan.
  • Produk Handmade: Seperti lilin aromaterapi, kerajinan tangan, atau produk kecantikan alami.

3. Bagaimana cara menarik pelanggan pertama untuk usaha kecil?

Menarik pelanggan pertama adalah langkah awal yang menentukan keberlanjutan bisnis. Beberapa strategi yang bisa dilakukan:

  • Promosi ke Teman dan Keluarga: Mintalah mereka untuk mencoba dan memberikan testimoni.
  • Tawarkan Diskon atau Promo: Berikan harga khusus untuk pelanggan pertama agar mereka tertarik.
  • Gunakan Media Sosial: Posting secara konsisten di Instagram, Facebook, dan TikTok untuk meningkatkan visibilitas.
  • Gabung dalam Komunitas atau Forum: Promosikan produk atau jasa di komunitas yang sesuai.
  • Kolaborasi dengan Influencer atau Blogger: Minta mereka untuk mereview produk atau jasa kamu.

10 Pertanyaan Tentang Business Plan

1. Apa tujuan utama dari business plan dalam sebuah usaha?

Business plan bertujuan untuk:

  • Memberikan arah dan strategi bisnis yang jelas.
  • Meyakinkan investor atau pemberi modal tentang kelayakan bisnis.
  • Mengidentifikasi tantangan dan risiko yang mungkin muncul.
  • Membantu dalam pengelolaan keuangan dan alokasi sumber daya.
  • Menjadi alat evaluasi keberhasilan bisnis di masa depan.

2. Bagaimana cara membuat ringkasan eksekutif yang menarik?

Ringkasan eksekutif adalah bagian penting dalam business plan. Tips membuatnya:

  • Jelaskan dengan Singkat dan Jelas: Deskripsikan bisnis dalam 1-2 halaman.
  • Fokus pada Keunikan Bisnis: Tunjukkan apa yang membuat bisnis kamu berbeda dari pesaing.
  • Cantumkan Data yang Menyakinkan: Tambahkan data pasar, keuangan, dan proyeksi pertumbuhan.
  • Tulis dalam Bahasa yang Mudah Dipahami: Hindari istilah teknis yang sulit dipahami.

3. Apa saja elemen penting dalam sebuah business plan?

Business plan yang baik harus mencakup:

  • Ringkasan Eksekutif
  • Deskripsi Bisnis
  • Analisis Pasar
  • Strategi Pemasaran dan Penjualan
  • Struktur Operasional dan Manajemen
  • Proyeksi Keuangan
  • Strategi Pendanaan

4. Bagaimana cara menganalisis pasar dalam business plan?

Analisis pasar dilakukan dengan:

  • Meneliti target pasar dan perilaku konsumen.
  • Mengidentifikasi pesaing dan keunggulan bisnis kamu.
  • Menentukan ukuran pasar dan peluang pertumbuhan.
  • Menganalisis tren industri yang sedang berkembang.

5. Apa yang harus dicantumkan dalam strategi pemasaran bisnis?

Strategi pemasaran yang efektif harus mencakup:

  • Target Pasar: Siapa pelanggan potensial yang ingin dijangkau.
  • Branding dan Positioning: Bagaimana bisnis kamu ingin dikenal.
  • Saluran Pemasaran: Media sosial, iklan online, SEO, atau pemasaran langsung.
  • Strategi Harga: Menentukan harga yang kompetitif dan menguntungkan.

6. Bagaimana cara menentukan proyeksi keuangan dalam business plan?

Proyeksi keuangan harus mencakup:

  • Laporan Laba Rugi: Perkiraan pendapatan dan biaya.
  • Arus Kas: Prediksi pemasukan dan pengeluaran bulanan.
  • Break-Even Point: Titik di mana bisnis mulai menghasilkan keuntungan.

Dengan memahami pertanyaan-pertanyaan di atas beserta jawabannya, kamu bisa lebih siap dalam menjalankan bisnis dan menyusun business plan yang solid.

Demikian beberapa pertanyaan tentang ide bisnis yang dapat saya sebutkan dan uraikan. Tidak akan bosan untuk coba mengingatkan, ada baiknya jika kamu memikirkan segala aspek yang perlu diperhatikan dalam terjun berwirausaha.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan