PNRE Kebut Pengembangan Solar EV dan Bioetanol Kejar Target 2029

Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) terus mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia. Mereka memiliki target ambisius untuk mencapai bauran energi 23% pada tahun 2029.
Untuk mencapai target tersebut, PNRE fokus pada pengembangan dua sumber energi utama:
- Solar PV: PNRE menargetkan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mencapai 4,5 Giga Watt (GW) pada tahun 2029. Saat ini, kapasitas PLTS PNRE baru mencapai 0,8 GW.
- Bioetanol: PNRE menargetkan produksi bioetanol sebesar 2 juta kiloliter (KL) pada tahun 2029. Saat ini, produksi bioetanol PNRE baru mencapai 300.000 KL.
Pengembangan Solar PV
PNRE akan mengembangkan PLTS di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk:
- PLTS terapung di waduk Jatiluhur, Jawa Barat, dengan kapasitas 200 Mega Watt (MW)
- PLTS rooftop di berbagai industri dan rumah tangga
- PLTS skala kecil di daerah terpencil
Pengembangan Bioetanol
PNRE akan mengembangkan bioetanol dari berbagai sumber bahan baku, termasuk:
- Tebu
- Singkong
- Jagung
PNRE juga akan bekerja sama dengan petani dan perusahaan swasta untuk meningkatkan produksi bahan baku bioetanol.
Target Tinggi 2029
Dengan pengembangan EBT yang masif, PNRE yakin dapat mencapai target bauran energi 23% pada tahun 2029. Hal ini akan membantu Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai ketahanan energi.
Pengembangan EBT oleh PNRE merupakan langkah yang penting dalam upaya Indonesia untuk mencapai transisi energi yang berkelanjutan. Dengan target yang ambisius dan strategi yang matang, PNRE diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam mencapai bauran energi 23% pada tahun 2029.