
Gaji Badan Pertanahan Nasional menjadi salah satu informasi yang banyak dicari oleh pencari kerja dan masyarakat umum yang tertarik berkarier di instansi pemerintahan. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) merupakan lembaga yang memiliki peran strategis dalam mengurus administrasi pertanahan di Indonesia.
Besaran penghasilan yang diterima pegawainya tentu menjadi pertimbangan penting bagi kamu yang ingin bergabung di institusi ini.
Sebagai instansi pemerintah, BPN memberikan kompensasi yang cukup kompetitif untuk para pegawainya. Sistem penggajian di sini mengikuti aturan pemerintah dengan berbagai komponen tambahan yang menarik.
Pegawai di Kementerian ATR/BPN menerima penghasilan dari beberapa komponen utama. Sistem remunerasi yang diterapkan cukup transparan dan terstruktur dengan baik.
Komponen penghasilan meliputi gaji pokok sesuai golongan, tunjangan kinerja, tunjangan keluarga, hingga berbagai benefit lainnya. Besaran yang diterima sangat bergantung pada jabatan, golongan, dan masa kerja masing-masing pegawai.
Total penghasilan yang diterima pegawai ATR/BPN bisa mencapai angka yang cukup fantastis. Khususnya untuk level pejabat struktural dan fungsional tertentu yang mendapat tunjangan kinerja maksimal.
Gaji BPN untuk pegawai negeri sipil mengikuti ketentuan PP tentang gaji PNS yang berlaku secara nasional. Struktur penggajiannya didasarkan pada golongan dan masa kerja pegawai.
Untuk golongan I (Ia-Id), gaji pokok berkisar antara Rp 1.560.800 hingga Rp 2.335.800 per bulan. Golongan ini biasanya untuk pegawai dengan pendidikan setingkat SD hingga SMP.
Golongan II (IIa-IId) menerima gaji pokok antara Rp 2.022.200 hingga Rp 3.820.000 per bulan. Level ini umumnya diisi oleh lulusan SMA dan diploma.
Pangkat dan gaji BPN untuk golongan III (IIIa-IIId) berada di rentang Rp 2.579.400 hingga Rp 4.797.000 per bulan. Mayoritas pegawai dengan latar belakang S1 masuk dalam kategori ini.
Golongan IV (IVa-IVe) mendapat gaji pokok tertinggi, yakni Rp 3.044.300 hingga Rp 5.901.200 per bulan. Posisi ini biasanya ditempati oleh pejabat struktural dan fungsional senior.
Selain gaji pokok, PNS di BPN juga menerima tunjangan keluarga sebesar 5-10% dari gaji pokok. Tunjangan ini diberikan untuk istri/suami dan anak yang masih menjadi tanggungan.
Tunjangan jabatan juga diberikan bagi yang menduduki posisi struktural atau fungsional tertentu. Besarannya bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Tunjangan kinerja menjadi komponen terbesar yang sangat menentukan total penghasilan. Komponen inilah yang membuat gaji dan tunjangan ATR/BPN tergolong menarik dibanding kementerian lainnya.
Gaji BPN non PNS memiliki skema berbeda dengan pegawai negeri sipil. Pegawai non-PNS di lingkungan ATR/BPN meliputi PPPK dan pegawai honorer dengan sistem kontrak.
PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) menerima gaji yang setara dengan PNS sesuai golongannya. Sistem penggajiannya mengikuti aturan yang sama berdasarkan PP tentang gaji PPPK.
Bedanya, PPPK tidak mendapat tunjangan pensiun seperti PNS. Namun mereka tetap mendapat jaminan sosial dan tunjangan kinerja yang kompetitif.
Gaji ATR/BPN S1 untuk PPPK berkisar antara Rp 2.579.400 hingga Rp 3.200.000 untuk golongan awal. Angka ini belum termasuk tunjangan kinerja yang bisa menambah penghasilan hingga 2-3 kali lipat.
Untuk pegawai honorer atau kontrak, penghasilan sangat bervariasi tergantung kebijakan masing-masing satuan kerja. Biasanya berkisar antara Rp 2.500.000 hingga Rp 4.500.000 per bulan.
Pegawai kontrak tidak mendapat tunjangan kinerja seperti PNS atau PPPK. Namun ada beberapa satker yang memberikan insentif kinerja dengan skema tersendiri.
Status kepegawaian ini biasanya bersifat sementara dengan kontrak 1-2 tahun. Perpanjangannya tergantung kebutuhan dan kinerja masing-masing pegawai.
Tunjangan di Kementerian ATR/BPN termasuk yang paling kompetitif di antara kementerian/lembaga lainnya. Berbagai jenis tunjangan diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai.
Tunjangan kinerja atau tukin merupakan komponen penghasilan terbesar bagi pegawai ATR/BPN. Besarannya jauh melebihi gaji pokok yang diterima setiap bulan.
Tukin ATR/BPN 2025 mengalami penyesuaian sesuai dengan kebijakan pemerintah terbaru. Kenaikan ini sebagai apresiasi terhadap kinerja pegawai dalam melayani masyarakat.
Pemberian tukin didasarkan pada beberapa faktor seperti kelas jabatan, grade, dan capaian kinerja. Sistem penilaian yang objektif membuat distribusinya cukup adil.
Pegawai yang memiliki kinerja baik akan mendapat tukin penuh sesuai kelasnya. Sementara yang kinerjanya kurang maksimal bisa mengalami pemotongan hingga 50%.
Tunjangan keluarga diberikan untuk pegawai yang sudah menikah dan memiliki anak. Besarannya 5% dari gaji pokok untuk istri/suami dan 2% per anak maksimal 2 anak.
Tunjangan struktural/fungsional diberikan sesuai jabatan yang diemban. Pejabat eselon II bisa mendapat hingga Rp 5.500.000, sementara eselon III sekitar Rp 3.700.000.
Tunjangan khusus juga diberikan untuk pegawai di daerah terpencil atau yang memiliki keahlian tertentu. Besarannya bervariasi mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 2.000.000.
Sistem grade dalam tunjangan kinerja ATR/BPN dibagi menjadi 17 kelas jabatan. Setiap grade memiliki besaran tukin yang berbeda sesuai dengan bobot tanggung jawabnya.
Grade 1 merupakan level tertinggi dengan tukin mencapai Rp 126.370.000 per bulan. Posisi ini biasanya untuk pejabat setingkat Menteri atau pejabat eselon I.
Grade 2 hingga 5 berkisar antara Rp 50.000.000 hingga Rp 90.000.000 per bulan. Level ini ditempati oleh pejabat struktural tinggi seperti Dirjen dan Sekjen.
Grade 6 hingga 10 berada di rentang Rp 15.000.000 hingga Rp 45.000.000 per bulan. Mayoritas pejabat eselon II dan III masuk dalam kategori ini.
Grade 11 hingga 17 berkisar Rp 4.000.000 hingga Rp 12.000.000 per bulan. Ini untuk jabatan pelaksana, fungsional umum, dan fungsional tertentu level pemula.
Penentuan grade didasarkan pada evaluasi jabatan yang dilakukan secara berkala. Beberapa faktor yang dinilai meliputi kompleksitas tugas, risiko kerja, dan dampak keputusan.
Tingkat pendidikan dan kompetensi juga mempengaruhi penempatan grade. Pegawai dengan kualifikasi lebih tinggi berpeluang mendapat grade yang lebih baik.
Masa kerja dan pengalaman menjadi pertimbangan penting dalam penentuan grade. Pegawai senior dengan track record baik umumnya mendapat grade lebih tinggi.
Kelas jabatan ATR BPN dibagi berdasarkan jenjang struktural dan fungsional yang ada. Sistem klasifikasi ini memudahkan pengelolaan karier dan pengembangan SDM.
Jabatan struktural di ATR/BPN dimulai dari eselon I hingga eselon IV. Setiap level memiliki tugas dan tanggung jawab yang spesifik.
Eselon I seperti Sekretaris Jenderal dan Direktur Jenderal berada di kelas jabatan tertinggi. Mereka bertanggung jawab langsung kepada Menteri dalam menjalankan kebijakan.
Eselon II meliputi Kepala Biro, Direktur, dan Inspektur. Posisi ini menjadi ujung tombak implementasi program di tingkat kementerian.
Eselon III dan IV adalah kepala bagian, kepala seksi, hingga kepala kantor wilayah/pertanahan. Mereka bertugas mengeksekusi kebijakan di tingkat operasional.
Jabatan fungsional terbagi menjadi fungsional tertentu dan fungsional umum. Fungsional tertentu memiliki keahlian spesifik seperti penata tanah, surveyor, dan penilai.
Jenjang fungsional tertentu dimulai dari pemula, muda, madya, hingga utama. Setiap jenjang memiliki persyaratan kompetensi dan angka kredit tertentu.
Fungsional umum adalah pegawai pelaksana yang tidak memiliki jabatan struktural atau fungsional tertentu. Mereka tetap mendapat tukin sesuai dengan grade yang ditetapkan.
Kabar gembira bagi pegawai ATR/BPN, pemerintah berencana melakukan penyesuaian tukin di tahun 2026. Kebijakan ini sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan motivasi kerja pegawai.
Berdasarkan tren beberapa tahun terakhir, tukin ATR/BPN mengalami kenaikan rata-rata 5-10% per tahun. Kenaikan ini disesuaikan dengan inflasi dan kemampuan keuangan negara.
Gaji BPN 2025 sudah mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Diperkirakan tahun 2026 akan ada penyesuaian lebih lanjut sesuai evaluasi kinerja kementerian.
Untuk grade tertinggi, tukin bisa mencapai di atas Rp 130.000.000 per bulan. Sementara grade terendah diproyeksikan naik menjadi sekitar Rp 4.500.000 per bulan.
Penyesuaian tukin dilakukan melalui evaluasi komprehensif oleh tim dari Kementerian Keuangan dan PANRB. Mereka menilai beban kerja, kompleksitas, dan capaian kinerja organisasi.
Kementerian ATR/BPN yang memiliki tugas strategis dalam urusan pertanahan mendapat perhatian khusus. Kompleksitas pengurusan sertifikat dan penyelesaian sengketa tanah menjadi pertimbangan utama.
Keputusan final akan dituangkan dalam Peraturan Presiden tentang tunjangan kinerja. Implementasinya biasanya dilakukan di awal tahun anggaran berjalan.
Bekerja di Kementerian ATR/BPN menawarkan prospek karier yang menjanjikan. Selain penghasilan kompetitif, ada banyak peluang pengembangan diri dan jenjang karier yang jelas.
Sistem promosi di ATR/BPN cukup transparan dengan berbasis merit system. Pegawai yang berkinerja baik memiliki kesempatan naik jabatan lebih cepat.
Program diklat dan pelatihan rutin diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi pegawai. Ada berbagai kesempatan untuk mengikuti pendidikan lanjutan baik dalam maupun luar negeri.
Rotasi dan mutasi dilakukan secara berkala untuk memperluas pengalaman pegawai. Ini membuka peluang untuk mengenal berbagai bidang tugas di lingkungan ATR/BPN.
Selain gaji dan tukin yang kompetitif, pegawai mendapat berbagai benefit menarik. Jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan dengan kelas 1 untuk semua pegawai.
Asuransi jiwa dan kecelakaan kerja juga diberikan sebagai perlindungan tambahan. Premi ditanggung sepenuhnya oleh kementerian tanpa potongan gaji pegawai.
Fasilitas kerja yang memadai seperti gedung kantor representatif, peralatan modern, dan teknologi informasi terkini. Lingkungan kerja yang kondusif mendukung produktivitas pegawai.
Persaingan masuk ke ATR/BPN memang cukup ketat mengingat daya tariknya yang tinggi. Namun dengan persiapan matang, peluang kamu untuk lolos tetap terbuka lebar.
Pelajari materi SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) dengan saksama meliputi TWK, TIU, dan TKP. Latihan soal secara rutin akan meningkatkan kecepatan dan akurasi jawaban.
Untuk SKB (Seleksi Kompetensi Bidang), pahami betul bidang formasi yang kamu lamar. Pelajari regulasi dan kebijakan terkait pertanahan yang menjadi domain ATR/BPN.
Jaga kondisi fisik dan mental agar tetap prima saat menghadapi tes. Istirahat cukup dan kelola stres dengan baik untuk performa maksimal.
Pastikan kamu memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan dalam pengumuman resmi. Perhatikan batasan usia, kualifikasi pendidikan, dan IPK minimal yang disyaratkan.
Siapkan dokumen pendukung seperti ijazah, transkrip nilai, dan sertifikat kompetensi. Pastikan semua dokumen asli dan tidak ada yang kadaluarsa.
Untuk formasi tertentu mungkin ada persyaratan khusus seperti tinggi badan atau tidak buta warna. Cek detail persyaratan agar tidak gugur di tahap awal.
Gaji dan tunjangan di ATR/BPN termasuk yang paling kompetitif dibanding kementerian/lembaga lainnya. Mari kita bandingkan untuk mendapat gambaran lebih jelas.
Dari segi tunjangan kinerja, ATR/BPN berada di posisi 5 besar bersama Kementerian Keuangan, ESDM, dan BPK. Tukin grade tertingginya mencapai lebih dari Rp 120 juta per bulan.
Dibanding Kementerian Pendidikan atau Kesehatan, tukin ATR/BPN jauh lebih tinggi untuk grade yang setara. Ini mencerminkan kompleksitas dan tanggung jawab yang diemban.
Namun jika dibandingkan dengan lembaga seperti OJK atau Bank Indonesia, penghasilan di ATR/BPN masih lebih rendah. Tapi untuk institusi pemerintah murni, ATR/BPN sangat kompetitif.
Kompleksitas tugas menjadi faktor utama tingginya tukin di ATR/BPN. Penanganan sengketa tanah dan penerbitan sertifikat membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian tinggi.
Risiko kerja yang cukup besar juga menjadi pertimbangan. Pegawai BPN sering berhadapan dengan konflik kepentingan dan tekanan dari berbagai pihak.
Dampak kebijakan yang dihasilkan sangat luas dan langsung menyentuh hajat hidup masyarakat. Hal ini membuat tanggung jawab pegawai ATR/BPN sangat besar.
Berapa gaji fresh graduate S1 di ATR/BPN?
Fresh graduate S1 yang diterima sebagai CPNS akan mendapat gaji pokok sekitar Rp 2.579.400 untuk golongan IIIa. Ditambah tunjangan kinerja sekitar Rp 4.000.000 – Rp 6.000.000 tergantung jabatan, total penghasilan bisa mencapai Rp 7.000.000 – Rp 9.000.000 per bulan.
Apakah pegawai non-PNS mendapat tukin yang sama?
PPPK mendapat tukin dengan besaran yang sama seperti PNS sesuai grade jabatannya. Namun untuk pegawai honorer atau kontrak biasanya tidak mendapat tukin, hanya gaji pokok dan tunjangan makan/transport sesuai kebijakan satker masing-masing.
Bagaimana cara mengetahui grade jabatan saya?
Grade jabatan bisa dicek melalui SK pengangkatan atau SK tukin yang dikeluarkan oleh unit kepegawaian. Kamu juga bisa menanyakan langsung ke bagian kepegawaian di kantor masing-masing untuk informasi detail mengenai grade dan kelas jabatan.
Apakah tukin bisa dipotong?
Ya, tukin bisa dipotong jika ada pelanggaran disiplin atau kinerja yang tidak mencapai target. Pemotongan bisa mencapai 25-50% tergantung tingkat pelanggaran. Dalam kasus pelanggaran berat, tukin bahkan bisa tidak dibayarkan sama sekali selama masa hukuman.
Kapan waktu pencairan gaji dan tukin?
Gaji pokok biasanya cair di awal bulan sekitar tanggal 1-5. Sementara tukin dicairkan sekitar pertengahan hingga akhir bulan setelah rekapitulasi absensi dan penilaian kinerja selesai dilakukan.
Bagaimana peluang kenaikan gaji di ATR/BPN?
Kenaikan gaji pokok terjadi secara berkala setiap 2 tahun sekali melalui kenaikan gaji berkala. Untuk kenaikan pangkat/golongan, PNS bisa naik setiap 4 tahun dengan penilaian kinerja atau 2 tahun jika melalui jalur prestasi dan pendidikan.
Gaji Badan Pertanahan Nasional beserta tunjangan kinerjanya memang tergolong sangat menarik dibanding instansi pemerintah lainnya. Total penghasilan yang bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan menjadi daya tarik utama bagi para pencari kerja.
Sistem penggajian yang transparan dan terstruktur memberikan kepastian bagi pegawai. Dengan grade dan kelas jabatan yang jelas, setiap pegawai bisa merencanakan pengembangan kariernya dengan baik.
Prospek karier yang menjanjikan ditambah berbagai benefit dan fasilitas membuat ATR/BPN menjadi salah satu destinasi karier terbaik. Bagi kamu yang tertarik berkarier di bidang pertanahan, ini adalah pilihan yang sangat tepat.
Namun perlu diingat bahwa besarnya penghasilan juga sebanding dengan tanggung jawab dan beban kerja yang harus dipikul. Dedikasi, integritas, dan profesionalisme adalah kunci sukses berkarier di Kementerian ATR/BPN.
Untuk informasi terbaru mengenai rekrutmen dan pengembangan karier di ATR/BPN, kamu bisa pantau terus website resmi atau media sosial kementerian. Persiapkan diri dengan baik agar bisa bersaing dan meraih kesempatan emas ini.