15 Ide Usaha Ternak dengan Hasil Menjanjikan

15 Ide Usaha Ternak dengan Hasil Menjanjikan

Beternak menjadi salah satu peluang usaha jangka panjang yang cukup menggiurkan. Beberapa ide usaha ternak yang cukup menjanjikan yaitu ternak ayam pedaging, ayam petelur, ayam kampung, bebek pedaging, bebek petelur, telur puyuh dan lainnya.

Beberapa ide usaha ternak ini bisa dimulai dengan modal kurang dari 10 juta. Namun dengan pangsa pasar yang cukup luas dan punya market yang bagus.

Ayam dan telur adalah jenis bahan konsumsi yang disukai oleh banyak orang dan bisa dijadikan banyak jenis olahan. Jika kamu buka usaha ini, tentu akan sangat menjanjikan.

Gak cuma itu, usaha ini juga cocok dijalankan baik di daerah perkotaan atau bahkan di perkampungan sekalipun.

Rekomendasi Ide Usaha Ternak dengan Hasil Menjanjikan

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas tadi, banyaknya binatang yang bisa dijadikan hewan ternak. Ini merupakan salah satu faktor dalam keberhasilan mendirikan usaha ternak.

Usaha ternak ini hampir sama halnya dengan bisnis dalam bidang kuliner yang terdapat banyak ide untuk mendirikan bisnis tersebut.

Usaha ternak sebenarnya merupakan usaha yang memiliki lebih dari 1 barang yang dapat dihasilkan. Contohnya jika kamu usaha ternak sapi, kamu bisa menjual daging serta susu yang dihasilkan.

Untuk menambah referensi ide usaha ternak, saya sudah menyiapkan beberapa ide usaha ternak di bawah ini:

1. Budidaya Ayam Broiler (Ayam Pedaging)

Ayam broiler merupakan hasil persilangan berbagai ras ayam unggul yang dirancang khusus untuk menghasilkan daging berkualitas dalam waktu singkat.

Jenis ayam ini memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat cepat dan efisiensi pakan yang baik, menjadikannya pilihan utama peternak komersial.

Permintaan daging ayam di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan perubahan gaya hidup masyarakat. Ayam broiler dapat dipanen pada usia 30-35 hari dengan bobot rata-rata 1,5-2 kg per ekor.

Modal Usaha: Rp 15-50 juta (skala kecil 500-1000 ekor)

Analisa Persaingan: Tinggi, banyak peternak besar dan kecil

Kelebihan:

  • Masa panen singkat
  • Permintaan pasar stabil
  • Teknologi budidaya sudah mapan

Kekurangan:

  • Rentan penyakit
  • Margin keuntungan tipis karena persaingan
  • Membutuhkan manajemen yang ketat

2. Budidaya Ayam Petelur

Ayam petelur adalah hasil seleksi dan persilangan yang difokuskan untuk menghasilkan telur dalam jumlah besar. Ayam ini mulai bertelur pada usia 18-20 minggu dan mencapai puncak produksi pada usia 22-42 minggu dengan kemampuan menghasilkan 280-320 butir telur per tahun.

Modal Usaha: Rp 20-75 juta (500-1000 ekor)

Analisa Persaingan: Sedang, pasar masih terbuka luas

Kelebihan:

  • Penghasilan rutin harian
  • Permintaan telur selalu ada
  • Dapat dijual ke berbagai segmen pasar

Kekurangan:

  • Investasi awal besar
  • Biaya pakan tinggi
  • Perlu penanganan khusus untuk kualitas telur

3. Budidaya Ayam Kampung

Ayam kampung atau ayam buras (bukan ras) memiliki keunggulan adaptasi tinggi terhadap lingkungan lokal. Dagingnya memiliki tekstur yang lebih kenyal dengan rasa yang khas, sementara telurnya kaya nutrisi dengan kandungan protein 13 gram dan energi 150 kalori per butir.

Modal Usaha: Rp 5-20 juta (100-300 ekor)

Analisa Persaingan: Rendah hingga sedang

Kelebihan:

  • Harga jual tinggi
  • Tahan penyakit
  • Perawatan relatif mudah
  • Dual purpose (telur dan daging)

Kekurangan:

  • Pertumbuhan lambat
  • Produksi telur tidak sebanyak ayam ras
  • Pasar terbatas pada segmen premium

4. Budidaya Bebek Pedaging (Bebek Peking)

Bebek peking adalah bebek domestik yang berasal dari Amerika, dikenal dengan pertumbuhan cepat dan kualitas daging yang baik. Bebek ini dapat dipanen pada usia 45-50 hari dengan bobot 1,5-2,5 kg. Dagingnya banyak diminati restoran dan hotel untuk menu khusus.

Modal Usaha: Rp 10-30 juta (300-500 ekor)

Analisa Persaingan: Rendah, masih sedikit peternak

Kelebihan:

  • Persaingan rendah
  • Harga jual tinggi
  • Pasar restoran dan hotel terbuka

Kekurangan:

  • Membutuhkan kolam atau akses air
  • Pakan lebih mahal dari ayam
  • Pemasaran perlu strategi khusus

5. Budidaya Bebek Petelur

Bebek petelur lokal atau entog memiliki kemampuan bertelur yang baik dengan masa produktif dimulai usia 5-6 bulan. Telur bebek memiliki ukuran lebih besar dari telur ayam dan banyak digunakan untuk membuat telur asin atau kue tradisional.

Modal Usaha: Rp 8-25 juta (200-400 ekor)

Analisa Persaingan: Rendah

Kelebihan:

  • Harga telur lebih tinggi dari telur ayam
  • Bebek tahan penyakit
  • Pasar telur asin potensial

Kekurangan:

  • Membutuhkan akses air
  • Musim kawin dapat mengganggu produksi
  • Pemasaran lebih terbatas

6. Budidaya Burung Puyuh

Burung puyuh adalah unggas kecil yang dapat dimanfaatkan untuk telur dan dagingnya. Telur puyuh kaya protein dan dipercaya memiliki khasiat kesehatan. Burung puyuh mulai bertelur pada usia 6-8 minggu dengan produksi 200-300 butir per tahun.

Modal Usaha: Rp 3-10 juta (200-500 ekor)

Analisa Persaingan: Rendah

Kelebihan:

  • Modal relatif kecil
  • Tidak membutuhkan lahan luas
  • Permintaan telur puyuh meningkat

Kekurangan:

  • Ukuran pasar terbatas
  • Harga fluktuatif
  • Penanganan lebih detail karena ukuran kecil

7. Budidaya Udang Vaname

Udang vaname atau udang kaki putih adalah komoditas perikanan bernilai tinggi yang banyak diekspor. Udang ini dapat dibudidayakan di tambak dengan sistem intensif maupun semi-intensif. Masa panen 90-120 hari dengan produktivitas 8-15 ton per hektar.

Modal Usaha: Rp 50-200 juta per hektar

Analisa Persaingan: Sedang hingga tinggi

Kelebihan:

  • Harga jual tinggi
  • Pasar ekspor terbuka
  • Permintaan domestik meningkat

Kekurangan:

  • Investasi besar
  • Risiko penyakit tinggi
  • Membutuhkan teknologi dan keahlian khusus

8. Budidaya Lebah Madu

Lebah madu menghasilkan madu, royal jelly, bee pollen, dan propolis yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Satu koloni lebah dapat menghasilkan 15-30 kg madu per tahun tergantung ketersediaan nektar di lingkungan sekitar.

Modal Usaha: Rp 10-30 juta (10-20 kotak)

Analisa Persaingan: Rendah hingga sedang

Kelebihan:

  • Produk bernilai tinggi
  • Ramah lingkungan
  • Dapat dikombinasi dengan pertanian

Kekurangan:

  • Tergantung musim bunga
  • Membutuhkan keahlian khusus
  • Risiko sengatan lebah

9. Budidaya Ulat Sutra

Ulat sutra menghasilkan kokon yang dapat dipintal menjadi benang sutra berkualitas tinggi. Industri tekstil sutra masih memiliki pasar yang baik, terutama untuk produk-produk mewah dan tradisional.

Modal Usaha: Rp 5-15 juta

Analisa Persaingan: Sangat rendah

Kelebihan:

  • Persaingan sangat kecil
  • Produk bernilai tinggi
  • Tidak membutuhkan lahan luas

Kekurangan:

  • Pasar terbatas
  • Membutuhkan keahlian khusus
  • Proses pemeliharaan rumit

10. Budidaya Cacing Tanah

Cacing tanah dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti pakan ternak, pupuk organik (kascing), dan ekstrak untuk suplemen kesehatan. Cacing mengandung protein tinggi dan mudah dibudidayakan.

Modal Usaha: Rp 2-8 juta

Analisa Persaingan: Sangat rendah

Kelebihan:

  • Modal sangat kecil
  • Pasar pakan ternak besar
  • Ramah lingkungan

Kekurangan:

  • Stigma negatif masyarakat
  • Pemasaran perlu edukasi
  • Penghasilan relatif kecil

11. Budidaya Kambing

Kambing adalah ternak multiguna yang dapat dimanfaatkan dagingnya yang rendah lemak jenuh dan kaya protein, serta susunya yang bergizi tinggi. Kambing juga relatif mudah dipelihara dan adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan.

Modal Usaha: Rp 15-50 juta (10-20 ekor)

Analisa Persaingan: Sedang

Kelebihan:

  • Permintaan daging kambing stabil
  • Berkembang biak cepat
  • Tahan penyakit

Kekurangan:

  • Membutuhkan lahan penggembalaan
  • Penanganan reproduksi perlu keahlian
  • Harga pakan naik

12. Budidaya Domba

Domba dapat dimanfaatkan untuk daging, susu, kulit, dan bulunya. Bulu domba dapat diolah menjadi wol untuk industri tekstil. Domba memiliki tingkat reproduksi yang baik dengan kemampuan melahirkan anak kembar.

Modal Usaha: Rp 20-60 juta (10-15 ekor)

Analisa Persaingan: Rendah hingga sedang

Kelebihan:

  • Produk beragam (daging, bulu, kulit)
  • Berkembang biak baik
  • Pasar wol potensial

Kekurangan:

  • Membutuhkan perawatan intensif
  • Rentan penyakit kulit
  • Pasar bulu domestik terbatas

13. Budidaya Sapi Potong

Sapi potong adalah ternak besar yang dikhususkan untuk produksi daging. Indonesia masih mengimpor daging sapi, sehingga peluang pasar domestik masih terbuka luas. Sapi dapat dipanen pada usia 18-24 bulan dengan bobot 350-500 kg.

Modal Usaha: Rp 50-150 juta (5-10 ekor)

Analisa Persaingan: Tinggi dari importir, rendah dari peternak lokal

Kelebihan:

  • Harga jual tinggi
  • Permintaan besar
  • Pemerintah mendukung swasembada daging

Kekurangan:

  • Investasi besar
  • Masa panen lama
  • Membutuhkan lahan luas

14. Budidaya Sapi Perah

Sapi perah menghasilkan susu yang kaya kalsium dan protein. Seekor sapi perah dapat menghasilkan 15-25 liter susu per hari. Industri pengolahan susu di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran gizi masyarakat.

Modal Usaha: Rp 75-200 juta (3-8 ekor)

Analisa Persaingan: Sedang

Kelebihan:

  • Penghasilan harian
  • Permintaan susu terus meningkat
  • Dapat bermitra dengan industri

Kekurangan:

  • Investasi sangat besar
  • Membutuhkan keahlian tinggi
  • Sensitif terhadap cuaca dan pakan

15. Budidaya Burung Parkit/Lovebird

Burung parkit atau lovebird adalah burung hias yang populer di kalangan kicau mania. Burung berkualitas dapat dijual dengan harga tinggi, terutama yang memiliki suara merdu atau warna bulu yang unik.

Modal Usaha: Rp 5-20 juta (20-50 pasang)

Analisa Persaingan: Tinggi

Kelebihan:

  • Modal relatif kecil
  • Pasar hobi stabil
  • Harga burung berkualitas tinggi

Kekurangan:

  • Pasar fluktuatif
  • Membutuhkan keahlian breeding
  • Risiko kematian tinggi

16. Budidaya Ikan Lele

Ikan lele adalah komoditas perikanan air tawar yang mudah dibudidayakan dan memiliki tingkat konsumsi tinggi di masyarakat. Lele dapat dipanen dalam 2-3 bulan dengan kepadatan tinggi di kolam terpal atau beton.

Modal Usaha: Rp 8-25 juta (2-3 kolam)

Analisa Persaingan: Tinggi

Kelebihan:

  • Pertumbuhan cepat
  • Tahan penyakit
  • Permintaan pasar besar
  • Teknologi budidaya mudah

Kekurangan:

  • Harga jual rendah
  • Persaingan ketat
  • Margin keuntungan tipis

17. Budidaya Kelinci

Kelinci adalah ternak yang dapat dimanfaatkan dagingnya yang rendah kolesterol dan bulunya untuk kerajinan. Kelinci berkembang biak sangat cepat dengan masa bunting hanya 30 hari dan dapat beranak 4-8 ekor sekali melahirkan.

Modal Usaha: Rp 10-30 juta (20-50 ekor)

Analisa Persaingan: Rendah

Kelebihan:

  • Berkembang biak sangat cepat
  • Daging berkualitas tinggi
  • Bulu bernilai ekonomis
  • Tidak membutuhkan lahan luas

Kekurangan:

  • Pasar terbatas
  • Rentan stress dan penyakit
  • Pemasaran perlu edukasi konsumen

18. Budidaya Burung Walet

Budidaya walet menghasilkan sarang burung yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi untuk pasar ekspor, terutama ke China. Sarang walet dipercaya memiliki khasiat kesehatan dan kecantikan.

Modal Usaha: Rp 100-500 juta (rumah walet)

Analisa Persaingan: Sedang

Kelebihan:

  • Harga jual sangat tinggi
  • Pasar ekspor terbuka
  • Sekali investasi, hasil jangka panjang

Kekurangan:

  • Investasi sangat besar
  • Membutuhkan lokasi strategis
  • Risiko gagal panen tinggi
  • Regulasi ketat

19. Budidaya Ikan Gurame

Ikan gurame adalah ikan konsumsi premium dengan harga jual tinggi. Gurame memiliki rasa daging yang gurih dan menjadi favorit di restoran-restoran. Masa pemeliharaan 8-12 bulan hingga ukuran konsumsi.

Modal Usaha: Rp 15-40 juta (2-3 kolam)

Analisa Persaingan: Rendah hingga sedang

Kelebihan:

  • Harga jual tinggi
  • Permintaan restoran besar
  • Teknologi budidaya mapan

Kekurangan:

  • Masa panen lama
  • Sensitif terhadap kualitas air
  • Modal kerja besar

20. Budidaya Jangkrik

Jangkrik adalah serangga yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan burung, pakan ikan, dan bahkan konsumsi manusia sebagai sumber protein alternatif. Budidaya jangkrik tidak membutuhkan lahan luas dan dapat dilakukan di dalam ruangan.

Modal Usaha: Rp 3-10 juta

Analisa Persaingan: Rendah

Kelebihan:

  • Modal kecil
  • Tidak butuh lahan luas
  • Permintaan pakan burung tinggi
  • Siklus hidup singkat (2-3 bulan)

Kekurangan:

  • Pasar masih terbatas
  • Rentan terhadap suhu dan kelembaban
  • Perlu manajemen yang teliti
  • Suara dapat mengganggu lingkungan

Tips Sukses Memulai Usaha Peternakan

Berikut adalah beberapa tips sukses memulai usaha peternakan:

1. Riset Pasar Mendalam

Sebelum memulai, lakukan survei pasar untuk memahami:

  • Tingkat permintaan produk di daerah Anda
  • Harga jual yang berlaku
  • Kompetitor yang sudah ada
  • Saluran distribusi yang tersedia

2. Persiapan Modal yang Realistis

  • Hitung modal awal dengan detail
  • Siapkan modal kerja untuk 3-6 bulan pertama
  • Pertimbangkan biaya tak terduga (sekitar 20% dari total modal)
  • Jangan gunakan seluruh tabungan untuk satu usaha

3. Pelajari Teknik Budidaya

  • Ikuti pelatihan atau kursus peternakan
  • Bergabung dengan komunitas peternak
  • Konsultasi dengan peternak berpengalaman
  • Pelajari manajemen pakan, kesehatan, dan reproduksi

4. Manajemen Risiko

  • Siapkan rencana cadangan jika terjadi wabah penyakit
  • Pertimbangkan asuransi ternak jika tersedia
  • Diversifikasi produk untuk mengurangi risiko
  • Monitor kesehatan ternak secara rutin

5. Pemasaran dan Branding

  • Bangun relasi dengan pembeli potensial
  • Manfaatkan media sosial untuk promosi
  • Jaga kualitas produk secara konsisten
  • Berikan pelayanan yang baik kepada pelanggan

6. Legalitas dan Perizinan

  • Urus izin usaha yang diperlukan
  • Pahami regulasi terkait peternakan di daerah Anda
  • Pastikan lokasi usaha sesuai dengan tata ruang
  • Jaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar

Hambatan yang Sering Dialami Ketika Usaha Ternak

Usaha ternak memang tidak mudah untuk dijalani, apalagi jika Anda memang tidak memiliki pengalaman yang cukup. Nah, berikut adalah beberapa hambatan yang sering dialami ketika menjalankan usaha ternak:

1. Modal Usaha Terbatas

Banyak peternak pemula kesulitan memulai atau mengembangkan usaha karena keterbatasan modal. Biaya awal seperti pembelian bibit, pakan, kandang, dan perawatan cukup besar.

2. Keterbatasan Pengetahuan dan Pengalaman

Kurangnya pemahaman tentang teknik beternak, kesehatan hewan, atau manajemen usaha bisa menyebabkan kegagalan. Kesalahan penanganan bisa membuat ternak stres atau sakit.

3. Penyakit pada Ternak

Penyakit seperti flu burung, antraks, atau penyakit mulut dan kuku dapat menular dengan cepat dan menyebabkan kerugian besar. Pencegahan dan penanganan yang salah memperparah keadaan.

4. Harga Pakan yang Fluktuatif

Harga pakan sering berubah dan bisa sangat tinggi, sehingga mempersempit margin keuntungan. Peternak jadi sulit memprediksi biaya operasional.

5. Pasar yang Tidak Stabil

Harga jual hasil ternak (daging, telur, susu) bisa turun drastis saat pasokan melimpah atau permintaan menurun, sehingga keuntungan jadi tidak pasti.

6. Sulitnya Akses ke Pasar

Peternak kecil sering kesulitan menjual hasil ternaknya karena minimnya akses ke pasar besar atau keterbatasan jaringan distribusi.

7. Iklim dan Cuaca

Perubahan cuaca ekstrem atau musim kemarau panjang bisa memengaruhi ketersediaan pakan alami dan kesehatan ternak.

8. Kurangnya Dukungan Pemerintah

Tidak semua daerah memiliki program bantuan atau pelatihan peternakan. Akses ke kredit usaha rakyat (KUR) atau subsidi juga tidak merata.

9. Masalah Perizinan dan Regulasi

Beberapa usaha ternak skala menengah ke atas harus mengikuti aturan lingkungan dan perizinan tertentu. Prosedur yang rumit bisa menjadi hambatan.

10. Persaingan Tidak Sehat

Masuknya produk impor dengan harga murah atau praktik usaha yang tidak fair dapat mematikan usaha peternak lokal.

Akhir Kata

Itulah beberapa referensi dalam ide usaha ternak yang tentunya dapat kamu coba. Namun kamu juga harus bijak serta konsisten saat mengelolanya, karena modal yang digunakan untuk mendirikan usaha di atas tersebut cukuplah besar. Cukup sekian dulu yang dapat saya sampaikan dan semoga bermanfaat.

Tagged with:
Ide Bisnis Rumahan

Seorang SEO enthusiasm dan penulis essay freelance di beberapa portal berita lokal dan nasional. Terimakasih sudah membaca artikel saya di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mungkin kamu juga suka info ini:
Analisa, Strategi dan Cara Memulai Bisnis Baby Shop Sukses

Analisa, Strategi dan Cara Memulai Bisnis Baby Shop Sukses

Analisa Bisnis Anggrek: Peluang, Cara Mulai & Memasarkannya

Analisa Bisnis Anggrek: Peluang, Cara Mulai & Memasarkannya

Cara Daftar Shopee Food untuk Usaha Rumahan Tanpa NPWP

Cara Daftar Shopee Food untuk Usaha Rumahan Tanpa NPWP

Cara Daftar GrabFood untuk Usaha Rumahan dan Syaratnya

Cara Daftar GrabFood untuk Usaha Rumahan dan Syaratnya

Cara Daftar GoFood Merchant Tanpa NPWP dan Syaratnya

Cara Daftar GoFood Merchant Tanpa NPWP dan Syaratnya

101 Peluang Bisnis Sampingan Bagi Karyawan Pabrik

101 Peluang Bisnis Sampingan Bagi Karyawan Pabrik